Partikel “no” (kepunyaan)


Digunakan untuk menggabungkan dua buah kata benda, memiliki fungsi menerangkan bahwa kata benda kedua merupakan milik dari kata benda pertama.

no

Contoh : Watashi no hon. > buku milik saya

Pada contoh diatas, watashi merupakan kt benda pertama dan hon merupakan kata benda kedua yang diletakan setelah partikel “no” yang artinya hon milik watashi.

Contoh lain : anata no kuruma > mobil anda

Watashitachi no kurasu > kelas kami

Nihonjin no tomodachi > teman orang jepang

Kuruma no nihon > mobil jepang

Cat: untuk “kuruma no nihon”, berbeda dengan contoh2 sebelumnya, disini partikel no memiliki arti “buatan”, jadi artinya mobil buatan jepang bukan mobil milik jepang.

Partikel “mo” (juga)


Partikel ini mempunyai arti juga. Diletakan jika ada dua buah kalimat yang memiliki dua objek yang sama.

Contoh:kalimat 1 : watashi wa gakusei desu

Kalimat 2 : tanaka-san wa gakusei desu.

Penggabungan : watashi wa gakusei desu. Tanaka-san mo gakusei desu

Partikel “to” (dan)


Partikel ni digunakan untuk menggabungkan dua buah kata benda, artunya dan dalam bahasa Indonesia.

Contoh : hon to kaban desu > buku dan tas

Kuruma to ootobaiku desu > mobil dan motor

Contoh kalimat : watashi wa hon to kaban ga arimasu > saya mempunyai buku dan tas

Partikel “ya”

partikel “ya” digunakan ketika kita akan menyebutkan beberapa benda

Contoh : hon ya kaban ya enpitsu nadoga arimasu > ada buku, tas, pensil, dan lain-lan

note: …nadoga arimasu merupakan kata yang digunakan ketika kita menyebutkan “dan lain-lain” dalam bahasa jepang, dikarenakan benda yang akan disebutkan terlalu banyak