Installasi Mikrotik Router

Installasi Mikrotik Router
Setelah desain skema jaringan serta perangkat yang dibutuhkan telah
disiapkan sekarang saatnya kita mulai proses instalasi ini.

 Booting melalui CD-ROM

   Atur di BIOS agar, supaya boot lewat CD-ROM, kemudian tunggu beberapa
   saat di monitor akan muncul proses Instalasi.

-------------------------------------------------------------------------

ISOLINUX 2.08 2003-12-12 Copyrigth (C) 1994-2003 H. Peter Anvin
Loading linux..................
Loading initrd.rgz.............
Ready
Uncompressing Linux... Ok, booting the kernel

------------------------------------------------------------------------

Memilih paket software

   Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang
   mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.

   Paket yang tersedia di Mikrotik

   advanced-tools-2.9.27.npk
   arlan-2.9.27.npk
   dhcp-2.9.27.npk
   gps-2.9.27.npk
   hotspot-2.9.27.npk
   hotspot-fix-2.9.27.npk
   isdn-2.9.27.npk
   lcd-2.9.27.npk
   ntp-2.9.27.npk
   ppp-2.9.27.npk
   radiolan-2.9.27.npk
   routerboard-2.9.27.npk
   routing-2.9.27.npk
   routing-test-2.9.27.npk
   rstp-bridge-test-2.9.27.npk
   security-2.9.27.npk
   synchronous-2.9.27.npk
   system-2.9.27.npk
   telephony-2.9.27.npk
   ups-2.9.27.npk
   user-manager-2.9.27.npk
   web-proxy-2.9.27.npk
   webproxy-test-2.9.27.npk
   wireless-2.9.27.npk
   wireless-legacy-2.9.27.npk

--------------------------------------------------------------------------

        Welcome to Mikrotik Router Software Installation

Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'.
Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to
install remote router or 'q' to cancel and reboot.

  [X] system             [ ] lcd                 [ ] telephony
  [ ] ppp                [ ] ntp                 [ ] ups
  [ ] dhcp               [ ] radiolan            [ ] user-manager
  [X] andvanced-tools    [ ] routerboard         [X] web-proxy
  [ ] arlan              [ ] routing             [ ] webproxy-test
  [ ] gps                [ ] routing-test        [ ] wireless
  [ ] hotspot            [ ] rstp-bridge-test    [ ] wireless-legacy
  [ ] hotspot            [X] security
  [ ] isdn               [ ] synchronous 

--------------------------------------------------------------------------

Umumnya Paket Mikrotik untuk Warnet, Kantor atau SOHO adalah :

a. SYSTEM           : Paket ini merupakan paket dasar, berisi Kernel dari
                      Mikrotik

b. DHCP             : Paket yang berisi fasilitas sebagai DHCP Server, DHCP
                      client, pastikan memilih paket ini jika Anda menginginkan
                      agar Client diberikan IP address otomatis dari DHCP Server

c. SECURITY         : Paket ini berisikan fasilitas yang mengutamakan Keamanan
                      jaringan, seperti Remote Mesin dengan SSH, Remote via MAC
                      Address  

d. WEB-PROXY        : Jika Anda memilih paket ini, maka Mikrotik Box anda telah
                      dapat menjalan service sebagai Web proxy yang akan menyimpan
                      cache agar traffik ke Internet dapat di reduksi serta browsing
                      untuk Web dapat dipercepat.

e. ADVANCED TOOLS   : Paket yang berisi Tool didalam melakukan Admnistrasi jaringan,
                      seperti Bandwidth meter, Scanning, Nslookup, dan lain sebagainya.

Instalasi Paket

ketik "i" setelah selesai memilih software, lalu akan muncul menu
   pilihan seperti ini :

   - Do you want to keep old configuration ? [y/n] ketik Y
   - continue ? [y/n] ketik Y

   Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak
   perlu membuat partisi hardsik karena secara otomatis mikrotik akan
   membuat partisi sendiri.

----------------------------------------------------------------------------

wireless-legacy (depens on system):
Provides support for Cisco Aironet cards and for PrismlI and Atheros wireless
station and AP.

Do you want to keep old configuraion? [y/n]:y

Warning: all data on the disk will be erased!

Continue? [y/n]:y

Creating partition..........
Formatting disk.......................................

Installing system-2.9.27 [##################                ]

---------------------------------------------------------------------------

Proses installasi

---------------------------------------------------------------------------

Continue? [y/n]:y

Creating partition.......................
Formatting disk............................

Installed system-2.9.27
Installed advanced-tools-2.9.27
Installed dhcp-2.9.27
Installed security-2.9.27
installed web-proxy-2.9.27

Software installed.
Press ENTER to reboot

------------------------------------------------------------------------------

CATATAN :
Proses Installasi normalnya tidak sampai 15 menit, jika lebih berarti gagal,ulangi
ke step awal. Setelah proses installasi selesai maka kita akan diminta untuk
merestart system, tekan enter untuk merestart system.

Proses Check system disk
Setelah komputer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk
melakukan check system disk, tekan "y".

----------------------------------------------------------------------------
Loading system with initrd
Uncompressing Linux... Ok, booting the kernel.
Starting.

It is recomended to check your disk drive for error,
but it may take while (~1min for 1Gb).
It can be done later with "/system check-disk".
Do you want to do it now? [y/n]
-----------------------------------------------------------------------------

Proses Instalasi Selesai

Setelah proses instalasi selesai, maka akan muncul menu login dalam modus
terminal, kondisi sistem saat ini dalam keadaan default.

   Mikrotik login = admin
   Password = (kosong, enter saja)

---------------------------------------------------------------------------
Mikrotik 2.9.27
Mikrotik Login:

  MMM      MMM       KKK                          TTTTTTTTTTT      KKK
  MMMM    MMMM       KKK                          TTTTTTTTTTT      KKK
  MMM MMMM MMM  III  KKK  KKK  RRRRRR     OOOOOO      TTT     III  KKK  KKK
  MMM  MM  MMM  III  KKKKK     RRR  RRR  OOO  OOO     TTT     III  KKKKK
  MMM      MMM  III  KKK KKK   RRRRRR    OOO  OOO     TTT     III  KKK KKK
  MMM      MMM  III  KKK  KKK  RRR  RRR   OOOOOO      TTT     III  KKK  KKK

  MikroTik RouterOS 2.9.27 (c) 1999-2005       http://www.mikrotik.com/

Terminal vt102 detected, using multiline input mode
[admin@Mikrotikl] > 

----------------------------------------------------------------------------

CATATAN :
Konfigurasi Standar untuk mikrotik ada 2 modus, yaitu modus teks dan
modus GUI. Modus Gui ada 2 juga, yaitu Via Browser serta Via Winbox.
Untuk sekarang saya akan bahas via Teks. Karena cepat serta lebih memahami
terhadap sistem operasi ini.

Perintah Dasar

Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux,
sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan
kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama,
seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard
maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan
awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri
perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup
hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell
akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS. 

Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.

Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.

Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print
   Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
 #    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
 0  R ether1                        ether            0          0          1500
 1  R ether2                       ether            0          0          1500  

[admin@Mikrotik]>

Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).

a. Mengganti nama interface
   [admin@Mikrotik] > interface(enter)

b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
   [admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
   [admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda "/", tanpa tanda kutip
   [admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public  

e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
   [admin@Mikrotik] > /interface print

   Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
   #    NAME                         TYPE             RX-RATE    TX-RATE    MTU
   0  R Local                        ether            0          0          1500
   1  R Public                       ether            0          0          1500 

Mengganti password default
Untuk keamanan ganti password default
    [admin@Mikrotik] > password
    old password: *****
    new password: *****
    retype new password: *****
    [admin@ Mikrotik]]>

Mengganti nama hostname
Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
    nama server akan diganti menjadi “routerku"

    [admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
    [admin@routerku]>

--[5]-- Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

--[5.1]-- IP Address

Bentuk Perintah konfigurasi 

    ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}

a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
   koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
   kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)

    [admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2
    netmask=255.255.255.0 interface=Public comment="IP ke Internet"

    [admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30
    netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = "IP ke LAN"

b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

    [admin@routerku] >ip address print
    Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
    #   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE
    0   ;;; IP Address ke Internet
        192.168.0.30/27   192.168.0.0    192.168.0.31      Local
    1   ;;; IP Address ke LAN
        192.168.1.2/24    192.168.0.0    192.168.1.255     Public
    [admin@routerku]>

Gateway

 Bentuk Perintah Konfigurasi

     ip route add gateway={ip gateway}

a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
   192.168.1.1

   [admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1

b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

   [admin@routerku] > ip route print

    Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
    C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
    #     DST-ADDRESS     PREFSRC       G GATEWAY        DISTANCE   INTERFACE
    0 ADC 192.168.0.0/24   192.168.0.30                             Local
    1 ADC 192.168.0.0/27  192.168.1.2                               Public
    2 A S 0.0.0.0/0                     r 192.168.1.1               Public
    [admin@routerku]>

c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

    [admin@routerku] > ping 192.168.1.1
    192.168.1.1  64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
    192.168.1.1  64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
    2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
    round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
    [admin@routerku]>

VPN IPIP Tunneling Mikrotik

VPN (Virtual Private Network) adalah suatu jaringan private yang mempergunakan sarana jaringan jaringan komunikasi public (internet) dengan memekai tunneling protocol dan prosedur pengamanan dengan memakai jaringan public yang ada, maka biaya pengembangan yang dikeluarkan akan jauh relative lebih murah daripada harus membangun sebuah jaringan internasional tertutup sendiri
VPN harus mendukung palaing tidak 3 mode pemakaian,
koneksi client untuk jaringan jarak jauh
LAN to LAN internetworking
Pengontrolan akses dalam suatu intranet

TOPOLOGI YANG DIGUNAKAN

1. Addressing dan Routing pada masing-masing PC
1.1 Pada Router R1 (router sebelah kiri pada gambar)

Pada konsol, ketikkan :

ip address add address=202.10.10.2/24 interface=ether1 <enter>
ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2 <enter>
ip route add gateway=202.10.10.1/24  <enter>

1.2 Pada Router R3 (router sebelah kiri pada gambar)
Pada konsol, ketikkan :
ip address add address=202.20.20.2/24 interface=ether1 <enter>
ip address add address=20.20.20./24 interface=ether2 <enter>
ip route add gateway=202.20.20.1/24  <enter>
1.3 Pada Router R2 (router tengah pada gambar)
Pada konsol, ketikkan :
ip address add address=202.10.10.1/24 interface=ether1 <enter>
ip address add address=202.20.20.1/24 interface=ether2 <enter>
ip route add dst-address=10.10.10.0/24 gateway=202.10.10.2 <enter>
ip route add dst-address=20.20.20.0/24 gateway 202.20.20.2 <enter>
1.4  Pada Client 1  (laptop sebelah kiri pada gambar)
IP address         = 10.10.10.2
Netmask        = 255.255.255.0
Gateway        = 10.10.10.1
1.5 Pada Client 2  (laptop sebelah kanan pada gambar)
IP address         = 20.20.20.2
Netmask        = 255.255.255.0
Gateway        = 20.20.20.1
2. Pengujian koneksi sebelum menggunakan IPIP tunneling
2.1 Pada client1

Masuk command promt, lalu traceroute ke alamat client 2
Tracert 20.20.20.2 <enter>
Hasilnya, banyak hoop yang dilaluinya ada 4 hoop,
1. ke 10.10.10.1 (gateway client1)
2. ke 202.10.10.1 (internet)
3. ke 202.20.20.2 (internet)
4. ke 20.20.20.2 (gateway client2)

2.2 Pada client2
Masuk command promt, lalu traceroute ke alamat client 2
Tracert 10.10.10.2 <enter>
Hasilnya, banyak hoop yang dilaluinya ada 4 hoop,
1. ke 20.20.20.1 (router2)
2. ke 202.20.20.1 (internet)
3. ke 202.10.10.2 (internet)
4. ke 10.10.10.2 (router1)

3. konfigurasi IPIP tunneling pada masing-masing router local
3.1 Pada Router1
3.1.1 Menambahkan interface IPIP

Pada konsol, ketikkan
interface ipip add local-address=202.10.10.2 remote-address=202.20.20.2 disablde=no
3.1.2  Menambahkan IP address tunnel
Pada konsol, ketikkan
ip address add address 1.1.1.1/24 interface=ipip1
3.1.3 Menambahkan routing static tunnel
Pada konsol ketikkan
ip route add dst-address=20.20.20.0/24 gateway 1.1.1.2
3.2 Pada Router2
3.2.1 Menambahkan interface IPIP
Pada konsol, ketikkan
interface ipip add local-address=202.20.20.2 remote-address=202.20.20.2 disable=no
3.2.2 Menambahkan IP address tunnel
Pada konsol, ketikkan
ip address add address 1.1.1.2/24 interface=ipip1
3.2.3. Menambahkan Routing static tunnel
Pada konsol ketikkan
ip route add dst-address=10.10.10.0/24 gateway 1.1.1.1
4. Pengujian koneksi setelah menggunakan IPIP tunneling
4.1 Pada Client1

Masuk command promt, lalu traceroute ke alamat client 2
Tracert 20.20.20.2 <enter>
<
Hasilnya, banyak hoop yang dilaluinya ada 3 hoop,(berkurang 1 hoop dari sebelum memakai tunnel)
1. ke 10.10.10.1    (gateway client1)
2. ke 1.1.1.2    (tunnel router2)
3. ke 20.20.20.2    (gateway client2)
4.2 Pada Client2
Masuk command promt, lalu traceroute ke alamat client 2
Tracert 10.10.10.2 <enter>

Hasilnya, banyak hoop yang dilaluinya ada 3 hoop,(berkurang 1 hoop dari sebelum memakai tunnel)
1. ke 20.20.20.1    (gateway client2)
2. ke 1.1.1.1        (tunnel router1)
3. ke 10.10.10.2    (gateway client1)

KESIMPULAN
Dengan menggunakan IPIP tunneling, jumlah hoop akan berkurang seperti dalam pengujian tadi, jumlah hoop tanpa tunneling dan jumlah hoop setelah tunneling berbeda, dan hoop yang dilewatinya pun berbeda Read the rest of this entry »

Apa itu Topologi Jaringan?

Pengarang : realmaya_maknyak

Ringkasan oleh : realmaya_maknyak
Diterbitkan di: Desember 27, 2007

Topologi jaringan komputer adalah bentuk perancangan baik secara fisik maupun secara logik yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer. Ada 3 Topologi dasar jaringan komputer, yaitu sbb.

1. Linear Bus
PC1 PC2 PC3 PC4
I I I I
Server=================== backbone==
I I I I
PC5 PC6 PC7 PC8

Pada topologi Linear bus semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang berbentuk garis lurus (linear). Sehingga, data yang dikirim akan melalui semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat data tersebut sesuai dengan alamat yang dilalui, maka data tersebut akan diterima dan diproses. Namun, jika alamat tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal yang dilalui dan pencarian alamat akan diteruskan hingga ditemukan alamat yang sesuai.
Kelebihan:
- hemat kabel
- mudah dikembangkan
- tidak membutuhkan kendali pusat
- layout kabel sederhana
- penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kelemahan:
- deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- kepadatan lalu lintas tinggi
- keamanan data kurang terjamin
- kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
- diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Ring
PC1 server
_|_ /
PC2 — ( _ _ ) – PC3
|
PC4

Pada topologi ring semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang membentuk lingkaran. Sehingga, setiap terminal dalam jaringan saling tergantung. Akibatnya, apabila terjadi kerusakan pada satu terminal, maka seluruh jaringan akan terganggu.
Kelebihan:
- hemat kabel
- tidak perlu penanganan bundel kabel khusus’
- dapat melayani lalu lintas data yang padat
Kelemahan:
- peka kesalahan
- pengembangan jaringan lebih kaku
- lambat
- kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan

3. Star
PC1 Server
| /
PC2 – HUB – PC3
|
PC4

Pada topologi Star semua PC (terminal) dihubungkan pada terminal pusat (server) yang menyediakan jalur komunikasi khusus untuk terminal yang akan berkomunikasi. Sehingga, setiap pengiriman data yang terjadi akan melalui terminal pusat.
Kelebihan:
- paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
- penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain
- kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan
Kelemahan:
- boros kabel
- kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
- perlu penanganan khusus bundel kabel

Selain ketiga topologi dasar di atas juga terdapat topologi lainnya yang merupakan hasil pengembangan dari ketiga topologi tersebut. Topologi yang lainnya tersebut, antara lain:
1. tree/ hierarkis –merupakan hasil dari gabungan topologi bus dan star yang bentuknya seperti pohon bercabang;
2. mesh –merupakan hasil dari gabungan topologi bus, star, dan ring;
3. web –setiap terminal dalam topologi ini dapat saling berhubungan dengan terminal lainnya melalui beberapa link;dll.

http://id.shvoong.com/exact-sciences/1731620-apa-itu-topologi-jaringan/

Tutorial Memasang Kabel LAN / UTP

(untuk tutorial lengkap dengan ilustrasi dan foto bisa dilihat di baca di: http://linux.bali.or.id/?q=node/33

Tutorial singkat ini cocok banget buat yang sedang mo bikin jaringan komputer ‘MURAH’ khususnya yang terdiri lebih dari 2 client, yang pake hub (jauh lebih murah ketimbang router :D ). To the point! Apa sih kabel UTP itu? Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data.

UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair soalnya di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.

Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Nah klo cuman buat misal bikin jaringan komputer di kantor ato kampus ato warnet, paling ngirit ya pake yang kategori 3. Udah lebih dari cukup.

Setau gue ada banyak merek yang beredar di pasaran, cuman yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden – made in USA. Per meternya berkisar dari Rp. 1500 – 2000,- Kalau mau jatuh murah dan pakenya banyak beli aja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150meteran. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya tuh bentuknya kayak colokan telepon cuman lebih besar. Bilang aja mo beli konektor RJ-45. Harganya klo ngecer sekitar Rp.2500,- an

Foto RJ45 – Konektor untuk kabel UTP

Foto RJ – 45 yang masih baru, belum di gencet pake tang

Crimp Tool Satu lagi yang sangat penting, kamu kudu punya tang khusus buat masang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya “crimp tool”. Ini alat gunanya buat ‘ngematiin’ ato ‘nanem’ ato apalah istilahnya itu konektor ke kabel UTP. Jadi sekali udah di ‘tang’ udah ga bisa dicopot lagi itu konektor. Harganya memang agak mahal dibanding tang biasa. Antar Rp.75rb – 150rb. Dan klo mo lebih ok, biar ga nanggung tambah duit lagi sekitar 125rban buat beli lan tester. belinya yang merek dari taiwan aja. lebih murah. bentuknya tuh kayak kotak, dan ada lampu lednya 8 pasang, bisa kedap kedip.

OK sekarang peralatan udah siap, gue mulai aja. Secara umum pemasangan kabel UTP ada 2 tipe, tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?

OK! Untuk tipe straight itu digunakan buat nyambungin dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross untuk client langsung ke client (cpu to cpu) ato dari hub ke hub.

Kita bahas dulu yang tipe straight
Urutan pin tipe straightTipe ini paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya sih begini (dilihat dari bolongannya konektor, dari kiri ke kanan – lihat foto disamping) : 2 orange – 1 ijo – 2 biru – 1 ijo – 2 coklat . 2 orange disini maksudnya pasangan orange muda sama orange tua, dst. Tapi ga usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung sini urutan pin pertamanya orange muda, maka ujung yang lain urutan ping pertamanya juga harus orange muda. jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan. Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung cuman pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi soal. Buat jelasnya coba lihat foto dibawah, yang gue foto dari sebuah buku (coba tebak! bisa ga, buku apa hayuooo? :D )

Straight Tru dan cross pin
Yang kiri urutan korespondensi buat tipe straigh, yang kanan yang cross

Nah waktu mo pasang kamu potong ujung kabelnya, trus susun kabelnya trus ratain pake piso potong yang ada di crimp tool. Kamu ga perlu repot repot harus ngelepasin isolasi pada bagian ujung kabel, soalnya waktu kamu masukin itu kabel ke konektor trus di gencet pake crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor nembus mpe dalem kabel. Perhatikan, agar gencetnya yang keras. soalnya klo ga keras kadang itu pin ga tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalo udah trus kamu tes pake lan tester. Masukin ujung ujung kabel ke alatnya, trus nyalain, klo lampu led yang di lan tester nyala semua, dari nomor 1 mpe 8 berarti kamu sukses. Klo ada salah satu yang ga nyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu kamu gencet lagi pake tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalo udah kamu gencet kok masih ga nyambung, coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 blon. Klo ternyata udah bener dan masih gagal, berarti memang kamu hari ini sedang tidak beruntung.. kesian deh.. hehe.. ulang lagi aja.. okay!

LAN TESTER
LAN TESTER – alat buat ngecek kabelnya nyambungnya bener ato ga. Untuk tipe straight klo bener ntar dari led 1 mpe 8 berkedip.

Berikut adalah foto dari bawah dari ujung kabel UTP yang udah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar):

Contoh konektor RJ45 yang udah dipasang di kabel UTP dan berhasil dengan baik
urutan pin standar

Dan klo yang ini ga standar, coba perhatiin urutan warna pinnya… ga standar banget. tapi tetep aja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):

Contoh konektor RJ45 yang udah dipasang di kabel UTP dan berhasil dengan baik – TIDAK STANDAR
urutan pin TIDAK standar

Sekarang Tipe Cross
Untuk tipe cross itu dipake buat nyabungin langsung antar 2 pc, ato yang umumnya buat nyambungin antar hub. (misal karena colokan di hubnya kurang). Cara pasangnya juga sebenarnya gampang. sama seperti tipe straight, pin yang dipake juga sebenarnya cuman 4 pin aja, pin 1-2-3 dan 6. Nah yang beda pas pasangnya. Klo di tipe cross, pin 1 nyambung ke pin 3 ujung yang lain. pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Jelasnya coba deh liat “Gambar 5″. Praktisnya gini, di ujung pertama kamu susun pinnya sesuai standar buat yang tipe “straight” nah di ujung yang laen kamu susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”.

masih bingung ? gini deh gampangnya:
ujung pertama:
1: orange muda
2: orange tua
3: ijo muda
4: biru muda
5: biru tua
6: ijo tua
7: coklat muda
8: coklat tua

maka diujung yang lain harus begini:
1: ijo muda
2: ijo tua
3: orange muda
4: biru muda
5: biru tua
6: orange tua
7: coklat muda
8: coklat tua

agak ngerti kan? jadi disini posisi nomor 1,2,3 ma 6 yang dituker.. Nah ntar klo pas di tes pake LAN tester ntar led 1,2,3, ma 6 saling bertukar. Klo tipe straight kan nyalanya urutan, nah klo tipe cross ada yang lompat lompat. Tapi yang pasti kudu nyala semua tiap led dari nomor 1 mpe 8.

Ok deh selamat bikin jaringan. Semoga kamu bisa berhasil waktu pasang konektor di kabelnya.. hehe.. Moga ilmu ini berguna buat kamu, soalnya waktu dulu gue pertama bikin jaringan lucu banget deh, buat ngupas kabelnya gue masih pake cutter, padahal kan udah ada tuh di crimp toolnya. Udah gitu ujung ujungnya tiap kabel aku kelupas lagi pake cutter. padahal yang betul ga usah di kupas atu atu, biarin aja rata, soalnya ntar pas di ‘crimp tool’ kan itu pin masing masing tembus ke dalem kabelnya.. bego deh dulu.. moga kamu ga melakukan hal sama kayak dulu.

http://linux.or.id/node/630

Posted in basic. 2 Comments »

Konsep Dasar IP Address

Walaupun bagi para pengguna Internet umumnya kita hanya perlu mengenal hostname dari mesin yang dituju, seperti: server.indo.net.id, rad.net.id, ui.ac.id, itb.ac.id. Bagi komputer untuk bekerja langsung menggunakan informasi tersebut akan relatif lebih sulit karena tidak ada keteraturan yang dapat di programkan dengan mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, komputer mengidentifikasi alamat setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP address.

Adanya IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda.

Struktur IP Address

IP Address terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 – 255. Range address yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah :

44.132.1.20
167.205.9.35
202.152.1.250

Ilustrasi IP Addres dalam desimal dan biner dapat dilihat pada gambar 1 berikut :


Gambar 1. IP Address dalam Bilangan Desimal dan Biner
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (bit-bit network/network bit) dan bagian host (bit-bit host/host bit). Bit network berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan bit host berperan dalam identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki bit network yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network.

Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut : ·

* Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 2 berikut.


Gambar 2. Struktur IP Address Kelas A
* Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 3 berikut.


Gambar 3. Struktur IP Address Kelas B
* Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar 4.


Gambar 4. Struktur IP Address Kelas C
Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental.

Jenis kelas address yang diberikan oleh kooordinator IP Address bergantung kepada kebutuhan instansi yang meminta, yakni jumlah host yang akan diintegrasikan dalam network dan rencana pengembangan untuk beberapa tahun mendatang. Untuk perusahaan, kantor pemerintah atau universitas besar yang memiliki puluhan ribu komputer dan sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi jutaan komputer, koordinator IP Address akan mempertimbangkan untuk memberikan kelas A. Contoh IP Address kelas A yang dipakai di Internet adalah untuk amatir paket radio seluruh dunia, mendapat IP nomor 44.xxx.xxx.xxx. Untuk kelas B, contohnya adalah nomor 167.205.xxx.xxx yang dialokasikan untuk ITB dan jaringan yang terkait ke ITB dibawah koordinator Onno W. Purbo.

Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :

* Network Address
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0. Analogi yang baik untuk menjelaskan fungsi network address ini adalah dalam pengolahan surat pada kantor pos. Petugas penyortir surat pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca seluruh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut. Pekerjaan “routing” surat-surat menjadi lebih cepat. Demikian juga halnya dengan router di Internet pada saat melakukan routing atas paket-paket data.

* Broadcast Address

Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

* Netmask

Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

Kaitan antara host address, network address, broadcast address & network mask sangat erat sekali – semua dapat dihitung dengan mudah jika kita cukup paham mengenai bilangan Biner. Jika kita ingin secara serius mengoperasikan sebuah jaringan komputer menggunakan teknologi TCP/IP & Internet, adalah mutlak bagi kita untuk menguasai konsep IP address tersebut. Konsep IP address sangat penting artinya bagi routing jaringan Internet. Kemampuan untuk membagi jaringan dalam subnet IP address penting artinya untuk memperoleh routing yang sangat effisien & tidak membebani router-router yang ada di Internet. Mudah-mudahan tulisan awal ini dapat membuka sedikit tentang teknologi / konsep yang ada di dalam Internet.

http://tari-aza.blogspot.com/2008/02/konsep-dasar-ip-address.html